Pernah Jualan Martabak, Kevin Hendrawan Punya Pengalaman Ngenes?
Kapanlagi.com - Sosial media menjadikan orang seluruh dunia bisa berinteraksi satu sama lain. Youtube salah satunya, yang kini jadi 'ladang' baru bagi orang-orang kreatif menunjukkan hasil karyanya. Tak terkecuali pria kelahiran Purwokerto, 21 Juni 1992, Kevin Hendrawan.
Kevin memilih menjadi seorang youtube lantaran ia mendapatkan kebebasan. "Baru mulai di akhir 2015. Gue merasa dapat kebebasan untuk share ide-ide gue untuk orang-orang di Indonesia. Gue merasa kadang-kadang kita di televisi gak bisa share semua karena ada banyak batasan. Jadi saya putuskan untuk main YouTube karena bisa lebih bebas dan independent," ujar Kevin Hendrawan.
Namun tahukah kamu kalau sebelum menjadi seorang youtubers ia sempat menjadi penjual martabak? Bahkan diakui pria bernama lengkap Yohanes Kevin Hendrawan ini, ada pengalaman paling ngenes saat ia menjual martabak. Apa sih kira-kira?
Advertisement
Eh, Sudah Baca Ini Belum?
- FOTO: Jingkrak-Jingkrak, Ria Ricis Cover 'I Like OJ' Pikotaro
- FOTO: Reza Arap, Dari Angkot Sampai 1 Juta Subscribers Youtube
- FOTO: Berkat Youtube, Luthfi Aulia Candra Bertemu Kevin Aprilio
- FOTO: 'Nge-prank' Deddy Corbuzier, David Beatt Akui Sempat Takut
- Ups! Ditanya Soal Awkarin, Youtuber Ini Tunggu Video 3GP-nya?
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/cvn)
Advertisement
BERITA TERKAIT
-
Tanggapi Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee, Doktif: Pengalihan Isu Dugaan TPPU
-
Keberatan Atas Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee, Ada Tendensi Kebencian?
-
Polemik Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee, Antara Dokumen dan Keyakinan Pribadi
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Pengurus Mualaf Centre Indonesia Angkat Bicara
-
Reputasi Hancur, Privasi Diacak-Acak, Erin Bantah Semua Tuduhan Mantan ART
-
Erin Taulany Bongkar Kelakuan Mantan ART, Rekam Isi Rumah Hingga Aktifitas Anak
-
Ayahanda Bunga Zainal Meninggal Dunia, Setelah Berjuang Melawan Penyakitnya
-
Upaya Kamelia Untuk Penuhi Permintaan Ammar Zoni Agar Tak Dikembalikan ke Nusakambangan
