HOME » VIDEO » Bermain Dalam 'RUQYAH: THE EXORCISM', Evan Sanders Ungkap Sinopsisnya


Bermain Dalam 'RUQYAH: THE EXORCISM', Evan Sanders Ungkap Sinopsisnya

Kapanlagi.com - Satu lagi film horor buatan anak negeri hadir. Adalah RUQYAH: THE EXORCISM yang digadang-gadang akan memberikan sensasi menegangkan dan akan membuatmu tak beranjak dari kursi bioskop.

Ketiga pemeran film ini, Evan Sanders, Mega Carefansa dan Ratu Azalia berkesempatan untuk mengunjungi kantor Kapanlagi.com dan membahas film ini. Lantas, seperti apa sih sinopsis dari film ini?

"Ini adalah sebuah film horor yang didirect oleh Jose Purnomo. Ceritanya diangkat dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh salah satu pekerja seni yang ada di Jakarta," ungkap Evan.

Evan Sanders, Mega Carefansa dan Ratu Azalia © Kapanlagi/Budy SantosoEvan Sanders, Mega Carefansa dan Ratu Azalia © Kapanlagi/Budy Santoso

"Jadi ceritanya tentang seorang pekerja seni yang mencari peruntungan di ibukota. Tapi dari awal perjalannya datang ke kota ternyata sudah 'dibekali' sesuatu dalam dirinya untuk menjadi orang sukses," tambahnya.

Evan sendiri menambahkan jika film ini menceritakan tentang orang yang menggunakan hal klenik demi mendapatkan kesuksesan. Seperti kita tahu, praktek pemakaian hal-hal klenik untuk menambah kepercayaan diri atau meraih kesuksesan masih jamak terjadi di tanah air.

"Mungkin secara umum orang di Jakarta sering mendengar tentang susuk, pemikat dan lain sebagainya yang berbau klenik hanya untuk bisa sukses di ibukota. Tetapi sesuatu yang tidak murni, dalam artian bukan karena niat baik, talent dan lain sebagainya, itu bakal reverse, memberontak kembali," tutupnya.

Simak Berita Lainnya:

Rumah di Film ‘PENGABDI SETAN’ Jadi Ladang Bisnis, Ini Komentar Joko Anwar

Going Viral, Ini Alasan Joko Anwar Minta Netizen Bikin Meme 'Ibu'

Tembus 2 Juta Penonton, ‘PENGABDI SETAN’ Gelar Syukuran Tanpa 'Ibu'

'PENGABDI SETAN' Jadi Horor Pertama Masuk Kategori Film Terbaik FFI

Rizal Mantovani Jadi Sutradara Remake Film Horor Legendaris 'BAYI AJAIB'

(kpl/frs)

Editor:

Ferry Sanjaya


Beri Komentar